©Eksistensi Perjuangan di Kota JEMBER yang Kian Redup
Melihat perkembangan pergerakan kemahasiswaan di kota Jember, yang semakin lama semakin MATI. Sekaligus mengingatkan kita bersama bahwa penerus perjuangan dengan kata lain generasi penerus bangsa adalah para pemuda yang secara proaktif melatih dan memberdayakan diri untuk siap memegang tampuk kekuasaan di masa mendatang. Kini tidak lagi memiliki power untuk memberikan kontribusi yang berharga demi keberlangsungan itu semua. Hal seperti ini jelas kita sadari telah terjadi di depan mata kita, di Jember, di kota KAMPUS ini. Segenap curahan hasrat yang tersampaikan oleh para pengemban amanah di tempo dulu (antara angkatan 2000-2005), merasakan kekecewaan yang amat sangat melihat fenomena keberadaan pergerakan yang dulu diperjuangkan, mengalami M3 ; MACET, MANDEG, MATI. Inikah kota yang dengan basis pergerakan paling ideologis di JAWA TIMUR (Piet Hizbullah Khaidir) terasa senyap dalam meniti karier pergerakan dan perjuangan?
KEMAMPATAN PERJUANGAN
Hasil yang telah dicapai, dari awal sampai akhir periodesasi kepengurusan mungkin memenuhi syarat untuk sebuah Organisasi yang mapan, tetapi lebih harus kita lihat bahwa pergerakan kemahasiswaan dengan segala perjuangannya selama ini hanya dalam bentuk ceremonial belaka, dan mengalami stagnasi apabila dalam agenda tiap dan masing organisasi sudah menyentuh pada wilayah – wilayah wacana kebangsaan dan produktifal argumen. Semacam inikah yang akan dibanggakan dari kader yang dipersiapkan untuk mengemban ; DAKWAH, TUGAS SUCI, TUJUAN ORGANISASI, TUJUAN AGAMA, dan lain sebagainya, yang ternyata kehilangan eksistensi semangat perjuangannya.
Banyak sekali, apa yang dipertanyakan mengenai perjuangan, bentuk perjuangan, dan apa yang diperjuangkan; sesungguhnya yang demikian inilah proses pemampatan dalam sebuah gerakan kemahasiswaan. Karena kemandegan organisasi maupun individu personel diakibatkan hilangnya ataupun matinya pengetahuan tentang arah perjuangan organisasinya. Ini akan semakin menjadi parah apabila, melakukan suatu gerakan tanpa dimodali basic ideologi masing – masing organisasi dengan mantap.
